Selamat Datang Di Blog KSEI Iqtishad Institute
Maaf Tulisan Di Blog ini Tidak Bisa Di Copy, Untuk Menjaga Keaslihan dan Hak Cipta Organisasi. Apabila Ada Postingan (Artikel atau Sejenisnya) di Dalam Blog ini Yang Diperlukan, Silahkan Hubungin Kami Melalui Email : kseiiainimambonjolpadang@gmail.com


Susunan Kepengurusan

Silahkan Klik disini untuk mengetahui susunan kepengurusan KSEI Iqtishad Institute IAIN Imam Bonjol Padang.

Senin, 24 Desember 2012

Siapa Mau Jadi Sarjana Gratis di Inggris?

JAKARTA - Pasti asyik ya, bisa belajar di negerinya Pangeran William dan Harry sambil menikmati keunikan negerinya, apalagi jika gratis. Sekarang, impian itu bisa terwujud melalui program beasiswa yang ditawarkan University of St. Andrews, Inggris.

Program beasiswa bertajuk "The Duke and Duchess of Cambridge Undergraduate Scholarship" ini terbuka bagi para pelajar internasional yang hendak melanjutkan studi S-1 di luar negeri. Sebagai peserta program ini, kita akan menjadi mahasiswa University of St. Andrews, Inggris, dan mendapatkan fasilitas biaya pendidikan, akomodasi, serta biaya hidup. Kita juga mendapat fasilitas biaya bepergian untuk pulang kampung sekali dalam setahun.
   
University of St. Andrews membuka program beasiswa ini untuk semua bidang studi pada jenjang sarjana (S-1). Berminat? Segera cek kelengkapan persyaratannya di laman resmi University of St. Andrews. Deadline pendaftaran adalah 31 Mei 2013.(rfa)

Berburu Beasiswa Harvard University

JAKARTA - Harvard University adalah salah satu institusi pendidikan dan penelitian terkemuka di dunia. Didirikan pada 1636, Harvard adalah institusi pendidikan tinggi tertua di Amerika Serikat yang menerima pelajar dari seluruh dunia.

Harvard telah menjadi tujuan studi para pelajar internasional dengan kesempatan untuk berpartisipasi pada lingkup aktivitas yang begitu luas. Harvard University membaktikan dirinya dalam pengajaran dan pembelajaran serta riset dan pengembangan jiwa kepemimpinan di berbagai disiplin ilmu untuk membuat perubahan di dunia.

Kampus Ivy League ini menawarkan beragam kelompok bidang studi. Berbagai program studi yang ditawarkan Harvard di antaranya Bisnis, Ilmu Sains dan Seni, Desain, Ilmu Pendidikan, Ilmu Hukum, Ilmu Kedokteran, Ilmu Kedokteran Gigi, Ilmu Teknik dan Teknik Terapan, serta Kesehatan Publik.

Para mahasiswa Harvard berasal dari berbagai latar belakang demografi, ekonomi, dan budaya. Bidang-bidang studi yang ditawarkan Harvard tersebut dapat diambil para mahasiswa untuk jenjang sarjana hingga pascasarjana. Harvard College, misalnya, menawarkan pendidikan jenjang sarjana, master, doktoral, dan kuliah musim panas. Semua level pendidikan ini ditawarkan bagi para mahasiswa  asli AS maupun pelajar internasional.

Tidak hanya menawarkan varian program studi yang cukup luas, Harvard juga mempunyai beragam program beasiswa yang secara spesifik dirancang untuk kebutuhan tiap mahasiswanya. Seperti dilansir Scholarship Posotions, Selasa (18/12/2012), program-program beasiswa tersebut dapat dilamar tidak hanya oleh mahasiswa AS tetapi juga para pelajar internasional. Pihak kampus pun mendorong para mahasiswanya untuk mencari tahu beragam bantuan finansial yang bisa mereka dapatkan di masing-masing fakultas.

Program-program beasiswa yang ditawarkan di Harvard adalah:

- Dean’s and Kennedy Fellowships
- Presidential Scholarships and Public Service Fellowships
- Yellow Ribbon Program
- Harvard Kennedy School Fellowships and Scholarships
- Abu Dhabi Leadership Graduate Public Service Fellowship
- Aida Kayali International Public Service Fellowship
- African Student Scholarship
- Albert Carnesale Fellowship
- Amanter Graduate Fellowship
- Ancora Foundation Graduate Fellowship
- Andronico Luksic Craig Fellowship (untuk mahasiswa Chile)
- Annette Kade Fellowship
- Bashir Al-Haffar Public Service Fellowship
- David M. Rubenstein Fellowship
- Derwin Pereira Graduate Fellowship
- DS Foundation Public Service Fellowship
- Edith M. Stokey Fellowship
- Empedocle Maffia Fellowship
- Ferenc A. Vali Memorial Scholarship
- Gundle South African Public Service Fellowship
- Henry Hubschman Fellowship
- John and Marilyn Keane Graduate Fellowship
- John Kenneth Galbraith Fellowship
- Kistefos Public Service Fellowship
- Lamont Graduate Fellowship
- Latifa Kosta Graduate Fellowship
- Mark Schwartz Graduate Fellowship
- Mary and David Boies Fellowship
- Minnie Osmena Scholarship Scholarship
- Mona Hammami Graduate Fellowship
- Palestine Monetary Authority Graduate Public Service Fellowship
- Pforzheimer Foundation Nonprofit Fellowship
- Princess Banderi Al-Faisal Fellowship
- Rausing Public Service Fellowship for Barbados
- Robert Woods Memorial Scholarship
- Schlosstein-Hartley Graduate Fellowship
- Scott and Isabelle Black Fellowship
- Sheikh Abdulaziz A. Al-Tuwaijiri Public Service Fellowship
- Sheikh Suhaim bin Hamad Al Thani Fellowship
- Tamer Fellowship
- Thomas Barry Fellowship
- Thomas J. Healey Fellowship
- HKS Research Center Funding Resources Belfer IGA (BIGA) Student Fellowships
- Belfer Center for Science & International Affairs – Roy Family Fellowship
- Carr Center Human Rights Scholarship
- Center for Public Leadership — George Fellowship
- Center for Public Leadership — The Gleitsman Leadership Fellowship
- Hauser Center for Nonprofit Organizations — Fellowships
- Institute of Politics Alumni Scholarship
- Mossavar-Rahmani Center for Business and Government Fellowships
- Program for Criminal Justice Policy and Management Fellowship
- Roy and Lila Ash Center for Democratic Governance and Innovation – Fellowship in Democracy
- Roy and Lila Ash Center for Democratic Governance and Innovation – HKS Indonesia Program Fellowship
- Shorenstein Center Scholarship in Media and Politics
- Taubman Center Fellowship
- Harvard Kennedy School Affiliated Fellowships
- Andronico Luksic Abaroa Fellowship (untuk mahasiswa Kroasia)
- Harvard South Africa Fellowship Program
- IIPP Fellowship
- McCloy German Scholars Program

Informasi lengkap tentang program-program beasiswa ini dapat disimak di laman resmi Harvard University

Minggu, 21 Oktober 2012

Gramedia membidik dana IPO Rp 1 triliun

JAKARTA. Kelompok usaha Kompas Gramedia (KG) siap go public. Salah satu lini bisnisnya, divisi penerbitan dan toko buku Gramedia, berniat menawarkan saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia.

CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo mengatakan, saat ini para pemegang saham masih mematangkan rencana itu. Dia memperkirakan, keputusan mengenai IPO akan diperoleh sebelum akhir tahun ini. Jika pemegang saham sepakat, Gramedia bakal mencatatkan sahamnya tahun depan. "IPO ini tindak lanjut aksi restrukturisasi di Kompas Gramedia, kami akan memisahkan bisnis yang berhubungan dengan media dan yang tidak," ujar Agung kepada KONTAN, belum lama ini.

KG akan membagi unit bisnis berdasarkan jenis usaha. Bagi lini yang tak berkaitan dengan media, ada opsi agar sahamnya dijual sebagian demi kelangsungan usaha dan peningkatan good corporate governance (GCG). Sedangkan, untuk bisnis media, dia memastikan belum akan dijual ke pihak lain. Pasalnya, hal ini akan mempengaruhi independensi dalam pemberitaan.

Usaha KG meliputi beberapa divisi, yakni suratkabar, tabloid, majalah, penerbit, toko buku, percetakan, divisi elektronik dan multimedia, serta pelatihan dan pendidikan. Ada juga bisnis hotel dan resort, manufaktur, serta businesss of event & venue.

Toko buku Gramedia akan bergabung dengan unit usaha lain, yaitu divisi penerbitan. Gabungan usaha inilah yang akan IPO. Gramedia berencana menawarkan sekitar 20% saham IPO. "Harapannya, kami bisa mendapatkan dana di atas Rp 1 triliun dari IPO," ungkap Agung.

Sebagian dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi, yakni membuka toko buku baru. Gramedia mengklaim, saat ini menguasai 60% pangsa pasar toko buku di Indonesia. Gramedia kini memiliki 103 toko buku di Indonesia. Sekitar 70% toko buku berada di pusat perbelanjaan. Sisanya berdiri sendiri.

Gramedia ingin menyeimbangkan komposisi toko buku di pusat belanja dan lahan tersendiri, yakni menjadi 50%:50%. Hal itu untuk mendongkrak margin. "Karena kalau sewa tempat di mal mahal, lebih maksimal bangun toko sendiri," kata Agung.

Langkah ini dilakukan secara bertahap. Dengan skenario itu, Gramedia setidaknya harus membangun 41 toko baru di lahan tersendiri. Hingga 2016, KG menargetkan jumlah toko buku Gramedia meningkat menjadi 150 toko.

Direktur Bisnis Ritel Gramedia Y. Priyo Utomo optimistis, penjualan di akhir tahun ini bisa tumbuh 12%-15% year-on-year (YoY). Sayang, ia tidak menyebut nilainya. Hingga akhir kuartal III 2012, Toko Buku Gramedia meraih pertumbuhan penjualan 11% (YoY). Penjualan selama semester kedua tahun ini diperkirakan lebih tinggi daripada semester pertama.

Peak season pada awal tahun ajaran baru selama periode Juni-Juli-Agustus bisa mendongkrak penjualan 20%-25% di atas bulan yang lain. Setengah penjualan Gramedia berasal dari buku, sedangkan separo lagi dari non-buku, yang mencakup audio video dan game, musik dan olahraga, alat tulis, serta elektronik.

Di beberapa toko, kontribusi non-buku malah lebih besar dengan komposisi 55%:45%. "Kalau buku dan media sudah berubah dari cetak ke digital, kami juga akan menuju ke sana," ungkap Priyo.

Managing Partner Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe  menilai, ancaman bisnis toko buku Gramedia berasal dari tren perkembangan teknologi informasi. "Contoh terakhir, Newsweek menutup versi cetak dan beralih ke digital," kata dia.