Selamat Datang Di Blog KSEI Iqtishad Institute
Maaf Tulisan Di Blog ini Tidak Bisa Di Copy, Untuk Menjaga Keaslihan dan Hak Cipta Organisasi. Apabila Ada Postingan (Artikel atau Sejenisnya) di Dalam Blog ini Yang Diperlukan, Silahkan Hubungin Kami Melalui Email : kseiiainimambonjolpadang@gmail.com


Susunan Kepengurusan

Silahkan Klik disini untuk mengetahui susunan kepengurusan KSEI Iqtishad Institute IAIN Imam Bonjol Padang.

Senin, 06 Agustus 2012

PEMIKIRAN MONETER AL-MAZRIQI

Memahami pemikiran Al-Mazriqi sungguh merupakan suatu keindahan tersendiri. Murid kesayangan Ibn Khaldun ini selain dikenal sebagai ahli fiqh dan ulama, ia dikenal sebagai sejarawan muslim pada masanya. Belakangan dia lebih dikenal sebagai ekonom karena uraian dalam bukunya yang bertajuk “ Ighatsatul Ummah bi Kasyfil Ghummah”. Kitab ini juga dinamakan “Tarikh Maja-at fi Misr”.

Namun justru karena pemikiran terakhir inilah ia lebih dikenal sebagai analis luar biasa di bidang ekonomi. Pemahamannya dibidang ini sangat luas. Ia berbicara tentang mikroekonomi, makroekonomi, ekonomi pembangunan, inflasi, uang, anggaran negara, pasar bahkan ia berbicara tentang inedks harga yang ia rekam pada masa hidupnya di Mesir.

Taqiyyuddin Al-Maqrizi yang memiliki nama lengkap Ahmad bin Ali Abdul Qadir bin Ibrahim Al-Maqrizi juga dikenal dengan sebutan Taqiyyudin. Ia berasal dari Syam dan dilahirkan pada tahun 768 H dan meninggal di Kairo, Mesir pada tahun 845 H. Selama beberapa tahun ia pernah menetap di al-Maqrizah, karena itulah ia dikenal dengan nama al-Maqrizi. Sepanjang 79 tahun usianya, ia mengalami empat masa kekhalifahan dalam Dinasti Abbasiyah II yakni dimulai dari Khalifah al-Mutawakkil I, al-Mustain, al-Mu’tadhid II dan terakhir al-Mustakfi II.

Keahlian dan kepakaran al-Maqrizi dalam memahami persoalan-persoalan makroekonomi terutama aspek moneternya merupakan keunggulan tersendiri dibandingkan dengan ulama fikih lainnya. Ia tidak saja jeli, teliti dan kritis terhadap fenomena makroekonomi pada masanya melainkan juga tampil kedepan memberikan solusi yang didasarkan pada pemahamannya yang benar tentang pesan-pesan syariat dalam bidang tersebut.

Mesir di masa al-Maqrizi adalah Mesir yang tengah mengalami masa surut. Perekonomiannya secara umum sangatlah parah, produksi bahan makanan dan cadangannya tidak mencukupi kebutuhan penduduk yang terus meningkat. Hal ini menimbulkan kelangkaan bahan-bahan kebutuhan pokok sehingga mengakibatkan kelaparan masal di Mesir, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Penyebabnya tak lain karena administrasi pemerintahan yang tidak efisien dan sangat korup. Praktik suap-menyuap, komersialisasi jabatan, korupsi, kolusi dan nepotisme tumbuh subur di dalamnya dan pada saat yang sama diberlakukan pajak represif oleh pemerintah yang tidak accountble terhadap rakyat, sehingga menjadi kontra-produktif bagi petani. Inilah yang menyebabkan kemerosotan yang sangat tajam dalam produksi pertanian sebagai sektor kehidupan yang paling dominan saat itu.

Untuk menganalisis krisis itu dan mencari sebabnya, al-Maqrizi menggunakan analisis gurunya Ibnu Khaldun bahwa kondisi perekonomian yang begitu buruk dapat dipulihkan tanpa harus menggunakan gebrakan-gebrakan yang merugikan kepentingan rakyat dan mengurangi tingkat kesejahteraan secara umum. Kesimpulannya, kesalahan dalam mengatur perekonomian ditambah pemerintah yang tidak memiliki legitimasi, dan tidak bertanggungjawab pada penderitaan rakyat miskin selama musim panceklik dan bencana alam.

Dalam melihat sejauh mana dampak hyperinflation yang melanda perekonomiaan Mesir waktu itu, al-Maqrizi membagi inflasi menjadi dua, inflasi akibat berkurangnya persediaan barang (natural inflation) dan inflasi akibat kesalahan manusia. Inflasi jenis pertama ini juga terjadi pada masa Nabi dan Khulafaurrasyidin yaitu karena kekeringan atau peperangan.

Sedangkan untuk jenis inflasi kedua sama dengan penyebab yang mendasari krisis di Mesir yakni korupsi dan administrasi pemerintahan yang buruk, pajak berlebihan yang memberatkan petani dan jumlah fulus yang berlebihan.

Adapun penyebab inflasi akibat beredarnya fulus yang berlebihan disebabkan karena ternyata kenaikan harga-harga dalam bentuk jumlah fulusnya, misalnya untuk pakaian yang sama ternyata dibutuhkan lebih banyak fulus, akan bila tetapi nilai barang diukur dengan dinar emas, jarang sekali terjadi kenaikan harga, untuk itulah al-Maqrizi menyarankan agar jumlah fulus dibatasi secukupnya saja, sekedar melayani transaksi pecahan kecil.

Selain mempelajari penyebab inflasi dan dampaknya, al-Maqrizi dengan tujuan itu membagi klasifikasi masyarakat Mesir kedalam tujuh kelompok strata sosial. Dengan pembagian seperti itu rupanya ia ingin melihat segmen masyarakat mana yang paling parah terkena dampak dari inflasi yang menggila itu. Adapun ketujuh kelompok masyarakat itu adalah :

1. Penguasa dan para pembantunya (Ahlud Daulah)
2. Pengusaha dan para pedagang (Ahlul Yasar)
3. Golongan Menengah dari kalangan profesional (Ashabul Hirfah)
4. Petani yang hidupnya di pedesaan
5. Golongan fakir (para Fukaha, mahasiswa dan prajurit)
6. Pekerja kasar dan Nelayan
7. Para peminta-minta

Setelah membagi strata tersebut, ia mengklasifikasikan satu persatu kelompok tersebut kedalam intensitas akibat hyperinflation itu. Untuk golongan pertama mereka menerima nominal income lebih tinggi, tetapi purchashing power mereka menurun drastis karena real income mereka merosot tajam akibat inflasi. Golongan yang kedua, aset mereka mengalami penurunan karena dimakan oleh biaya yang terus membengkak dan inflasi. Golongan ketiga yang mendapatkan upah yang meningkat secara nominal tetapi karena melonjaknya harga menyebabkan tingkat kehidupan mereka tetap seperti sebelumnya. Adapun golongan keempat, al-Maqrizi membaginya menjadi dua yaitu petani menengah keatas dan petani menengah kebawah. Untuk yang pertama lebih diuntungkan karena krisis moneter sehingga aset dan kekayaan mereka meningkat, sedangkan yang kedua sangat dirugikan karena harga yang begitu tinggi tidak sebanding dengan hasil pertanian mereka. Adapun golongan kelima adalah golongan yang paling menderita. Hal ini disebabkan pendapatan mereka yang berupa upah dan gaji yang bersifat tetap. Sedangkan golongan yang keenam dan ketujuh adalah segmen masyarakat yang tidak saja terparah penderitaannya bahkan sampai mati kelaparan.

Jelaslah bahwa berdasarkan penggolongan strata masyarakat tersebut terlihat bahwa dampak krisis moneter pada masa itu bergantung pada hakikat pendapatan (income) dan kekayaan (wealth) masing-masing golongan. Jika pendapatannya bersifat tetap atau meningkat tetapi lebih rendah dari inflasi maka kondisinya parah. Sebalknya jika pendapatannya meningkat lebih tinggi dari laju inflasi maka kesejahteraan meterial mereka meningkat. Begitu pula dengan kekayaan uang, merekapun mengalami kerugian karena daya beli mereka terus berkurang disamping itu mereka juga harus meningkatkan biaya untuk memenuhi tuntutan kebutuhan yang harganya terus meningkat.

Ketika menulis krisis ekonomi di Mesir, al-Maqrizi menganalisis persoalan tersebut dengan suatu pandangan makroekonomi yang utuh, padu dan komprehensif. Ia tidak memisah-misahkan antara faktor-faktor ekonomi dan nonekonomi yang berperan dalam menimbulkan krisis lazimnya analis ekonom pada masa sekarang. Sebaliknya ia sertakan semua determinan yang ada baik itu sosial, politik, hukum, agama, akhlak dan lain-lain kedalam analisisnya sehingga menjadikannya berdaya jangkau luas dan lebih akurat dalam mengidentifikasi penyebab dan solusinya.

Kesalahan yang sangat sering dilakukan oleh sebagian pakar ekonomi modern adalah melihat fenomena-fenomena ekonomi dari sudut pandang ekonomi saja. Mereka membatasi diri dan analisisnya hanya dalam koridor yang sempit sehingga preskripsi yang mereka ajukan sebagai rekomendasi penyembuhan krisis ekonomi tidak tepat. Inilah barangkali kenapa krisis ekonomi pada masa sekarang cenderung tidak dapat disembuhkan dengan formula-formula racikan para pakarnya, akibatnya fungsi-fungsi utama teori ekonomi terasa loyo dan mandul ketika diterapkan pada situasi riil di lapangan. Disinilah kita melihat al-Maqrizi sangat unik dalam melakukan pendekatan kepada fakta, apapun fakta tersebut. Mereka menatap objek dengan horizon yang seluas-luasnya sehingga terlihat benar keadaan objek tersebut. Dengan pendekatan lintas disiplin yang menjadi karakteristik metodologi ilmuwan muslim, suatu problem dapat dilihat secara lebih tepat, lebih terang dan lebih menyeluruh dan tentunya hasilnya akan lebih akurat dan berdaya sembuh lebih besar.

Jumat, 03 Agustus 2012

GBHK KSEI Iqtishad Institute

GARIS-GARIS BESAR HALUAN KERJA
KELOMPOK STUDI EKONOMI ISLAM (KSEI) IQTISHAD INSTITUTE
FAKULTAS SYARIAH IAIN IMAM BONJOL PADANG
2010-2020

Pendahuluan
Dalam rangka implementasi blue print FoSSEI dibutuhkan haluan kerja untuk menerjemahkan maksud dan tujuan blue print sesuai dengan tahapan yang telah dicanangkan.
Garis-garis Besar Haluan Kerja (GBHK) merupakan panduan sekaligus arahan bagi perangkat-perangkat organisasi untuk melaksanakan tugasnya dalam kepengurusan.

Rencana Kerja Jangka Panjang (2010-2020)

Ø  KSEI memiliki Badan Usaha sendiri
Ø  Salah Satu KSEI Terbaik dan diperhitungkan di Tingkat Nasional dan Pulau Sumatera dengan berbagai prestasi
Ø  KSEI Menuju UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang terbaik di IAIN Imam Bonjol Padang

Rencana Kerja Jangka Menengah (20010-20015)

Ø  KSEI Iqtishad Institute sudah menjadi UKM
Ø  Selama 5 tahun (Periode 2010-2015) juara berturut-turut di level Regional

Rencana Kerja Jangka Pendek

Pada rencana program kerja, di bagi atas beberapa tingkatan
- level Perunggu, yakni pada pengurusan ksei 2008 sampai 2012
- Level Perak, yakni pada pengurusan ksei 2013-2015
- Level Emas, yakni pada pengurusan ksei 2016 sampai seterus nya. Amin!


1. Rencana Program Jangka Pendek (Pengurus 2008-2009)
Ø  Tahap Pendirian Organisasi
Ø  Tahap Pembuatan AD/ART
Ø  Tahap Pengenalan Organisasi di Lingkungan Kampus Maupun di Luar Kampus
Ø  Pembuatan Buletin Ekonomi Islam

2. Rencana Program Jangka Pendek (Pengurus 2009-2010)
Ø  Memperkuat Kerjasama Dengan Berbagai Instansi
Ø  Pengurusan Sekretariat KSEI di Gedung 3.102 Fakultas Syariah
Ø  Juara di TEMILREG 2009 di UIN Suska Riau
Ø  Meneruskan Buletin Ekonomi Islam Periode Sebelumnya

3. Rencana Programa Jangka Pendek (Pengurus 2010-2011)
Ø  Tuan Rumah Temilreg IV FoSSEI Sumbagteng
Ø  Membenahi Kaderisasi KSEI
Ø  Membuatan sekretariat

4. Rencana Program Jangka Pendek (Pengurus 2011-2012)
Ø  Juara Di Level Regional FoSSEI Sumbagteng
Ø  Pembuatan Perpustakaan KSEI (Target 50 Buku Periode ini)
Ø  Pembenahan SDM yang Berkuwalitas
Ø  Pengaktifan Kembali Buletin Ekonomi Islam
Ø  Sosialisasi KSEI Iqtishad Institute Melalui Media sehingga di kenal di lingkungan internal dan ekstrnal KSEI 
Ø  Penambahan Fasilitas di Sekre (printer,dispenser,sounsistem, dll)

5. Rencana Program Jangka Pendek (Pengurus 2012-2013)
Ø  Juara Di Level Regional FoSSEI Sumbagteng
Ø  Penambahan Buku di Sekretariat (Target Seluruh buku 100 buah)
Ø  Pembuatan Kartu Anggota KSEI
Ø  Mengadakan Kajian Ilmiah Baik Internal maupun Eksternal
Ø  Penambahan dan Optimalisasi sarana Sosialisasi Baik Internal maupun eksternal (web/blog,fb/mading/suratkabar/buletin.
Ø  Penambahan Fasilitas di sekre (komputer)
Ø  Pembuatan Data Base Anggota KSEI yang Update
Ø  Meneruskan Buletin Ekonomi Islam

6. Rencana Program Jangka Pendek (Pengurus 2013-2014)
Ø  Juara Di Level Regional FoSSEI Sumbagteng
Ø  Masuk 20 Besar urutan KSEI Pada Temilnas
Ø  Penambahan Buku di Sekretariat (Target Seluruh buku 150 buah)
Ø  Pembuatan Jurnal KSEI edisi 1 tahun sekali
Ø  Mengadakan Kajian Ilmiah Baik Internal maupun Eksternal
Ø  Pembuatan Rencana Usaha KSEI (Pengumpulan Modal BMT Al-Iqtishad)
Ø  Buletin Ekonomi Islam Mendapat ISSN (International Standard of Serial Number) Dari LIPI

7. Rencana Program Jangka Pendek (Pengurus 2014-2015)
Ø  Juara Di Level Regional FoSSEI Sumbagteng
Ø  Masuk 15 Besar urutan KSEI Pada Temilnas
Ø  Penambahan Buku di Sekretariat (Target Seluruh Buku 200 buah)
Ø  Jurnal KSEI Mendapat ISSN (International Standard of Serial Number) Dari LIPI Edisi 2.
Ø  Persiapan menuju UKM di IAIN Imam Bonjol Padang
Ø  Mengadakan Kajian Ilmiah Baik Internal maupun Eksternal
Ø  Meneruskan Rencana Usaha KSEI (Pengumpulan Modal BMT Al-Iqtishad)
Ø  Meneruskan Buletin Ekonomi Islam
8. Rencana Program Jangka Pendek (Pengurus 2015-2016)
Ø  Tuan Rumah MUREG FoSSEI Sumbagteng
Ø  Masuk 10 Besar urutan KSEI Pada Temilnas
Ø  Penambahan Buku di Sekretariat (Target Seluruh Buku 250 buah)
Ø  Penerbitan Jurnal KSEI edisi 3.
Ø  Persemian KSEI Menjadi UKM Pada Waktu MUREG
Ø  Peresmian BMT KSEI pada waktu MUREG  Dengan Modal Awal 20 Juta
Ø  Louncing Jurnal dan Buletin Ekonomi Islam Yang Telah Mendapatkan ISSN dari LIPI
Ø  Mengadakan Kajian Ilmiah Baik Internal maupun Eksternal
Ø  Meneruskan Buletin Ekonomi Islam

9. Rencana Program Jangka Pendek (Pengurus 2016-2017)
Ø  Juara Di Level Regional FoSSEI Sumbagteng
Ø  Masuk 5 Besar urutan KSEI Pada Temilnas
Ø  Penambahan Buku di Sekretariat (Target Seluruh Buku 300 buah)
Ø  Penerbitan Jurnal KSEI edisi 4.
Ø  Penerbitan Buku Oleh KSEI
Ø  Mengadakan Kajian Ilmiah Baik Internal maupun Eksternal
Ø  Meneruskan Buletin Ekonomi Islam
Ø  Modal BMT KSEI Bertambah Menjadi Minimal 25jt

10. Rencana Program Jangka Pendek (Pengurus 2017-2018)
Ø  Tuan Rumah TEMILREG FoSSEI Sumbagteng
Ø  Masuk 5 Besar urutan KSEI Pada Temilnas
Ø  Penambahan Buku di Sekretariat (Target Seluruh Buku 350 buah)
Ø  Penerbitan Jurnal KSEI edisi 5.
Ø  Penerbitan Buku Oleh KSEI
Ø  Mengadakan Kajian Ilmiah Baik Internal maupun Eksternal
Ø  Meneruskan Buletin Ekonomi Islam
Ø  Modal BMT KSEI Bertambah Menjadi Minimal 25jt

11. Rencana Program Jangka Pendek (Pengurus 2018-2019)
Ø  Juara TEMILREG FoSSEI Sumbagteng
Ø  Masuk 5 Besar urutan KSEI Pada Temilnas
Ø  Penambahan Buku di Sekretariat (Target Seluruh Buku 400 buah)
Ø  Penerbitan Jurnal KSEI edisi 6.
Ø  Penerbitan Buku Oleh KSEI
Ø  Mengadakan Kajian Ilmiah Baik Internal maupun Eksternal
Ø  Meneruskan Buletin Ekonomi Islam
Ø  Modal BMT KSEI Bertambah Menjadi Minimal 30jt

11. Rencana Program Jangka Pendek (Pengurus 2019-2020)
Ø  Juara TEMILREG FoSSEI Sumbagteng
Ø  PANITIA PELAKSANA TEMILNAS/MUNAS FoSSEI
Ø  Penambahan Buku di Sekretariat (Target Seluruh Buku 450 buah)
Ø  Penerbitan Jurnal KSEI edisi 7.
Ø  Penerbitan Buku Oleh KSEI
Ø  Mengadakan Kajian Ilmiah Baik Internal maupun Eksternal
Ø  Meneruskan Buletin Ekonomi Islam
Ø  Modal BMT KSEI Bertambah Menjadi Minimal 35jt

RENCANA STRATEGIS DI SERAHKAN KEPADA MASING-MASING KEPENGURUSAN YANG BERALANGSUNG

InsyALLAH BISA>>

Motto: KSEI Iqstishad Institute PASTI BISA!!!
Dan di BUKTIKAN BISA!!!!

KSEI Iqtishad Institute Toreh Prestasi

Suara Kampus-Empat hari lalu (24-27/11), KSEI (Kelompok Study Ekonomi Islam) IAIN Imam Bonjol mengikuti temu ilmiah regional se-Sumatera Tengah. Acara ini digelar di Provinsi Jambi.

 Acara ini diikuti 67 peserta dari berbagai Universitas di Sumatera. Diantaranya Universitas Negri  Jambi (UNJA), Universitas Negri  Padang (UNP), Universitas Andalas (UNAND),IAIN Sultan Toha Jambi, STAIN batusangkar, STAIN Kerinci, UIN Syarif Kasim Pekan Baru, Universitas Riau (UNDRI), STIE Iqro’ Annisa Pekan baru dan IAIN Imam Bonjol Padang.

Yusuf Faisal, Presiden KSEI menuturkan peserta dari IAIN IB meraih prestasi dari beberapa perlombaan. Diantaranya, Juara 1 Olimpiade Ekonomi dari 22 peserta, Juara 1 dan 2 Karya Tulis Ilmiah.

Pria yang berasal dari Sumatera Utara ini menuturkan,”Kami tidak menemui kendala yang serius, tapi Kami sangat prihatin karena dana tidak ada turun dari Fakultas sampai saat ini. Dana ditanggung oleh masing-masing peserta dan rencananya besok, Selasa (29/11) pukul 14.00 Wib, Dekan Fakultas syari’ah mengadakan penyambutan kedatangan kami,” katanya.

Salah seorang peserta dari KSEI IAIN IB, Ulil Amri mengakui bahwa ia sangat senang mengikuti acara ini karena mendapat pengalaman baru. Disamping itu, “Fasilitas yang disediakan disana sangat nyaman.  Mulai dari penginapan sampai makan kita. Semua disediakan dengan baik,” ungkapnya.

KSEI Iqtishad Institute Adakan Diskusi Nasional dan Rakor FoSSEI

Suara kampus.com- Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) dan Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Silaturahmi adakan diskusi nasional studi Islam se-Sumatera Barat. Acara Ini diadakan di Gedung Empat Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang, Minggu (11/03/12).

Rapat koordinasi ini dihadiri berbagai perwakilan Kelompok Studi Ekonomi  Islam (KSEI) dari berbagai perguruan tinggi, diantaranya dari Universitas Andalas (UNAND), Universitas Negeri Padang (UNP), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Dharma Andalas, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Djamil Djambek Bukittinggi, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mahmud Yunus Batusangkar  dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang.

Acara dibuka  langsung oleh Ketua Komisariat Rakor Forum Silaturrahmi Studi Ekonomi Islam (SEI) Sumatera Barat  Huliman Harahap.

“Acara ini merupakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang ke dua setelah Rakor pertama yang diadakan di UNAND pada  November 2011,” tutur Yusuf Faisal selaku Presiden KSEI IAIN Imam Bonjol Padang.

Acara ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Irwan Tan, SE, ME.C., DAE, Ing dan Dr. Rozalinda M.Ag.

Dr. Tan yang akrab  dipanggil Mr. Tan membawakan materi tentang  kemelut perekonomian Timur Tengah. Mr. Tan menyampaikan, “Cara menghindari dampak buruk terhadap perekonomian Indonesia, kita harus melepaskan ketergantungan ekonomi terhadap negara super power, begitu juga dengan ketergantungan terhadap budaya dan politik, karena dengan hal tersebut Indonesia bisa mandiri," katanya.

Deni Saputra selaku ketua panitia mengakui tidak menemukan kendala yang begitu serius dalam pelaksanaan acara ini. Deni prihatin dengan  infrastruktrutur kampus yang kurang memadai, ”Kita sangat prihatin saja dengan fasilitas seperti kamar mandi dan fasilitas shalat yang kurang, hal ini mengingat peserta banyak dari universitas lain,” keluhnya.

KSEI Ingin Jadi UKM

SuaraKampus.com-Ahmad Wira sangat bangga dengan prestasi-prestasi yang telah di capai oleh KSEI  dan Ia juga mendukung KSEI dijadikan sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Sabtu (21/4).


Kelompok Study Ekonomi Islam (KSEI)  adakan seminar Nasional denagan tema “Perekonomian Indonesia Ditengah Perekonomian Global’’ di aula Fakultas Dakwah.Acara ini di buka langsung oleh dekan fakultas Syariah yang diwakili oleh Ahmad Wira, DT. Diko, M. Ag. M. Si. PH.D. Tepatnya jam 09.30 WIB.


“Walaupun mendapatkan beberapa tantantangan, tapi itu tidak menjadi sebuah masalah yang berarti, acara ini bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) cabang Kota Padang, Bank Nagari Syariah, Bank Muamalah dan Insyaallah hari Senin besok kita dapat batuan juga dari Bazda Kota Padang,” tutur Ainul Ikhsan selaku ketua panitia acara yang diikuti setitar 170 peserta dari berbagai Universitas di Kota Padang ini.


Gafari Ramadhan, SE. selaku peneliti kebijakan moneter di BI cabang Padang, salah satu nara sumber pada seminar tersebut mengatakan, Indonesia merupakan Negara konsumtor terbesar. Gafari membahas tentang “PerkembanganTerkini, Tantangan dan Prospek Ekonomi Indonesia.”
Sementara, materi kedua, “Subsidi Menurut Ekonomi Islam” dibahas oleh Ahmad Wira, DT. Diko, M. Ag. M. Si. PH.D.

KSEI IAIN Iqtishad Institute Ikut TEMILNAS di UIN SusKa

Suarakampus.com-Kelompok Studi Ekonomi Islam Institut Islam Negeri IAIN Imam Bonjol Padang  mengikuti acara Temu Ilmiah Nasional (TEMILNAS) XI Forum Silaturrahim Study Ekonomi Islam (FoSSEI) tahun 2012 di gedung Islamic Center Universitas Islam Sultan Syarif Kasim (UIN SUSKA) Riau, Pekan Baru, Kamis-Sabtu 15-17 Maret 2012.

Acara ini dibuka  oleh Wakil Gubernur Riau HM. Raja Mambang Mit. Acara ini juga dihadiri oleh Anggota DPR RI H. Lukman Edy, Plt Sekdako Yuzamri Yakub dan beberapa pejabat lainnya.

Jumlah Peserta lebih kurang 200 orang dari 60 universitas di seluruh Indonesia. Ini merupakan TEMILNAS yang terbesar setelah TEMILNAS 2010 yang di adakan di Bali “tutur Imam Punarko selaku Presedium Nasional dalam sambutannya pada acara pembukaan”.

Acara ini bertujuan untuk memperkuat silaturrahim antar mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Ekonomi Islam.

Pemateri pada acara ini ada tiga orang, pemateri I oleh Rifqi Ismal dari Bank Indonesia, pemateri II oleh DR. Ku’azam Tuan Lonik dari Universitas Sains Malaysia, yang membahas tentang Islamic Ecomonomic Role Stability Economic, sedangkan pemateri ke III disampaikan oleh Prof. Dr. Mohammad, M.Ag yang membahas tentang Islamic Economic Greatness Deep Regards Indonesia Economic. Selain beliau seorang dosen yang mempunyai jam terbang yang sangat luar biasa, beliau juga seorang mualaf.

Dalam acara ini panitia menggelar berbagai acara lainnya seperti Internasional Conference, Lomba Karya Tulis Ekonomi Islam, Olimpiade Ekonomi Islam, Achievment Motivation Training, Syariah Economy Training for Trainer, Simposium Nasional, Field Trip, Gathering Night hingga Bazar Syari'ah.

Iqbal utusan dari Universitas Mataram  merasa sangat senang walaupun perjalanannya cukup melelahkan namun semua itu terobati setelah ikut bebaur dengan teman-teman dari penjuru daerah.

Nora utusan dari IAIN Imam Bojol Padang mengatakan “Disatu sisi saya merasa senang mengikuti acara ini, namun disisi lain saya sangat miris atas pengakuan teman-teman dari berbagai Universitas yang mendapatkan suntikan dana dari fakultas dan pihak kampus, seperti teman-teman dari Palembang, Medan dan dari pulau Jawa, semua dana ditanggung oleh fakultas mereka hanya menganggung uang saku saja, sangat jauh berbeda dengan kampus kita tidak ada sepersenpun dapat suntikan dana semua kita tanggung sendiri.

Acara ini di tutup langsung Dekan Fakultas Syariah UIN SUSKA Dr. H. Akhbarizan, M.Ag. MPd pada Sabtu malam (17/3) di Hotel Mona sekaligus pemberian hadiah kepada pemenang lomba karya tulis Ilmiah dan olimpiade.

OPEN RECRUITMENT DEPNAS FoSSEI

OPEN RECRUITMENT DEPNAS
Departemen Nasional atau di singkat DEPNAS adalah departemen yang di bentuk oleh presnas yang fungsi utamanya adalah membantu presnas dalam menjalankan amanahnya. Adapun syarat dan ketentuannya, di antaranya :

KETENTUAN UMUM
1. Bersedia dicalonkan sebagai Pengurus Departemen Nasional
2. Beragama Islam
3. Berstatus mahasiswa Aktif
4. Mampu membaca Al-Qur`an dengan Tartil
5. Aktif mengikuti kegiatan KSEI, dan atau kegiatan regional minimal 1 tahun
6. Tidak sedang mengemban amanah di posisi strategis (tingkat KSEI, KOMSAT maupun Regional)
7. Rela bekerja tanpa imbalan

PERSYARATAN
1. Melampirkan surat rekomendasi dari koordinator regional
2. Melampirkan foto terbaru
3. Melampirkan surat keterangan atau sertifikat telah mengikuti alur kaderisasi FoSSEI min. DEI.

Itulah beberapa ketentuan umum dan persyaratannya, slnjutnya adalah DEPNAS apa saja yang dibutuhkan oleh Presnas, kita mulai dari presnas 1.

PRESNAS I (Koordinator)
Presnas I yang fungsi utamanya adalah sebagai koordinator bagi presnas lainnya hanya membutuhkan satu depnas, Yaitu :
• Depnas Presnas 1
Dibutuhkan : 2 orang (1 ikhwan & 1 akhwt)
Job desk : Depnas ini merupakan perpanjangan tangan dari presnas 1 yang bertugas membantu prenas 1 dalam melaksanakan setiap tugasnya diantaranya, membantu sosialisasi kegiatan nasional terutama kegiatan berkaitan dengan Presnas 1, mengumpulkan dan menyimpulkan isu-isu yang berkembang di millis, website, email & fb, Memberikan pertimbangan dan mengawal isu-isu reg/nas berkaitan dengan FoSSEI, membantu & menemani Presnas 1 dalam menjalankan tugasnya (khsus ikhwan) sedangkan akhwatnya membantu Presnas 1 terkait administrasi (surat menyurat, dll)

Ketentuan Khusus : Mempunyai wawasan tentang ekonomi islam & IPK terakhir minimal 3,00 (skala 4).

Yang berminat menjadi Depnas Presnas 1, silahkan mendaftar disini, klik https://docs.google.com/spreadsheet/viewform?formkey=dEhPNUNzTld4bkRBcm1MM3poMFc3aEE6MQ

PRESNAS II

Presnas II memiliki 3 fungsi di antaranya, mengelola data, mengelola sistem komunikasi dan menjalin kerjasama. Karena ruang lingkup yang cukup luas, Presnas II membutuhkan banyak kader untuk membantu ketiga fungsi ini. Presnas II akan lebih berfokus pada fungsi kerjasama sedangkan data dan komunikasi akan dibantu oleh Depnas.

A. Depnas Data & Kesekretariatan
Dibutuhkan : 1 orang ikhwan atau 2 orang akhwt
Jobdesk : menjalankan fungsi kesekretariatan (surat menyurat, proposal dan arsiparis) dan menghimpun lalu mengelola data menjadi database nasional yg handal, lengkap dan mudah di baca oleh penggunanya
Ketentuan Khsus : kader yang memiliki akses yang mudah ke sekret FoSSEI nasional karena data akan dipusatkan disana.
Yang berminat menjadi pengurus Depnas Data & Kesekretariatan, silahkan mendaftar disini, klik https://docs.google.com/spreadsheet/viewform?formkey=dE5YU3M1Z0xfM1BYX0NfQ0ZXUURvSXc6MA


B. Depnas Media
Depnas media ini dibagi lagi dalam bagian yang lebih spesifik diantaranya

1. Buletin FoSSEI & Jurnal Ekonomi Islam
Dibutuhkan : 5 orang yang terdiri dari 1 orang Pimpinan Redaksi, 1 orang Redaktur, 1 orang Editor, 1 orang Layouter dan 1 orang Produksi & Distribusi.
Jobdesk :
a. Pimpinan redaksi : sekaligus menjabat sebagai koordinator Depnas Media, mengarahkan anggota dan memimpin syuro untuk menentukan tema bulletin, isi website dn media lainnya.
b. Redaktur : mengumpulkan artikel, mempelajari setiap artikel yang masuk lalu menyerahkannya ke editor.
c. Editor : menyunting artikel yang masuk & membantu layouter dalam menyusun tata letak.
d. Layout : mengatur tampilan semenarik mungkin.
e. Produksi : mengirimkan soft copy ke bagian website dan menyerahkan softcopy kpda percetakan lalu mendistribusikannya ke instansi-instansi yang telah ditentukan dan masing-masing ksei mendapatkan 1 bh (di kirim melalui regional).
f. Selain berfungsi untuk menyusun bulletin juga berfungsi untk menghimpun jurnal ekonomi islam yang nantinya akan di serahkan ke bagian website untuk ditampilkan di website ataupun diditribusikan.

Ketentuan khusus : berasal dari kampus/daerah yang sama di khususkan untuk regional jabodetabek (afwn bukan bermaksud diskriminasi, namun mengingat sumber informasi banyak berasal dari pusat ibukota, sehingga di harapkan kita yang diluar pulau jawa bisa mendapatkan informasi yang lengkap dari nasional.)

2. Reporter
Dibutuhkan : masing-masing daerah ada satu perwakilan, ex. Bandung satu orang, Makasar satu orang, dst.
Jobdesk : setiap kegiatan KSEI yg ada di daerah tersebut di foto lalu diceritakan dalam tulisan lalu dikirim ke email bagian website.
Ketentuan Khusus : ada kemauan untuk istiqomah dan kemampuan (min. kamera HP)


3. Website
Dibutuhkan : 1 orang
Jobdesk : mengelola website dan memposting artikel dan bahan lainnya yang masuk ke redaksi.
Target kerja : website dengan dwi bahasa seperti www.bpk.go.id dan website sebagai database seluruh kader fossei se-indonesia seperti www.akademik.unsri.ac.id , tiap minggunya isi website selalu di update.
Ketentuan Khusus : orang yang ahli dalam hal ini, tidak sekedar mengetahui.

4. Desain Grafis
Dibutuhkan : 1 orang
Jobdesk : mendesain gambar web, proposal, pamphlet, spanduk dll.
Ketentuan Khusus : paham dan bisa mengoperasikan photoshop atau corel draw dengan mengirimkan karya ucapan selamat hari raya idul fitri mengatasnamakan fossei ukuran cover fb dan spanduk.

5. Jejaring Sosial
Dibutuhkan : 1 orang
Jobdesk : mengelola jejaring sosial (facebook & Twitter) sebagai wasilah (alat) untuk sosialisasi, customer service dan branding.
Ketentuan Khusus : mempunyai waktu luang untuk aktif di dunia maya & wawasan tentang ekonomi islam.

Bagi yang berminat menjadi pengurus Depnas Media, silahkan mendaftar, klik https://docs.google.com/spreadsheet/viewform?formkey=dFFjN0xoUUx5Slh0TUlyckF6T2NGTmc6MA


PRESNAS III
Presnas III berfungsi sebagai pengelola keuangan secara nasional, membutuhkan 4 depnas diantaranya :
A. Depnas Keuangan
Dibutuhkan : 1 orang
Jobdesk : membantu presnas III mengelola dan mencatat keuangan serta mengirimkannya ke Tim redaksi FoSSEI untuk di publikasikan.
Ketentuan Khusus : Jujur dan bisa membuat laporan keuangan

B. Depnas Bisnis & investasi
Dibutuhkan : 2 orang
Jobdesk : membantu presnas III mengelola forum jual beli FoSSEI dan instrument bisnis lainnya.
Ketentuan Khusus : berani dan berpikir out of the box.

C. Depnas Pendidikan Entrepreneurship
Dibutuhkan : 2 orang
Jobdesk : membantu presnas III mendidik anggota FoSSEI untuk memiliki semangat entrepreneurship.

D. Depnas Dana Sosial
Dibutuhkan : 1 orang
Jobdesk : menghimpun dana sosial untuk kegiatan sosial fossei.

Bagi yang berminat menjadi pengurus Depnas Presnas III, silahkan mendaftar klik https://docs.google.com/spreadsheet/viewform?formkey=dF8ydHBxQUpVSm5KbURBaE01SzNsX2c6MA#gid=0


PRESNAS IV
Presnas IV memiliki fungsi dalam pengembangan regional yang belum mapan secara kelembagaan, kaderisasi maupun kajian serta mempertahankan regional yang sudah mapan dan dijadikan sebagai percontohan. Presnas IV membutuhkan 3 depnas, adapun ketentuan khusus dan depnas apa saja dari Presnas IV diantaranya,
Ketentuan Khusus Depnas IV
1. Komitmen untuk berjuang bersama-sama merealisasikan Proker
2. Khusus untuk KDP, di utamakan Pemegang amanah Koreg periode sebelumnya Or BPH Koreg sebelumnya (Mengutamakan Asal Pulau)

A. Depnas EO Nasional
Dibutuhkan : 3 orang
Jobdesk : memback up agenda-agenda Nasional seperti Temilnas & Munas, dll.

B. Depnas Koordinasi Antar Pulau (KDP)
Dibutuhkan : 5 orang
Jobdesk : menjaga kondisi dan membantu mengembangkan Regional dan KSEI dalam 1 pulau. Pembagian wilayahnya :
1.Sumatra
2. Kalimantan
3. Jawa
4. Bali dan Lombok
5. Sulawesi dan Maluku

Bagi yang berminat menjadi pengurus Depnas Presnas III, silahkan mendaftar klik https://docs.google.com/spreadsheet/viewform?formkey=dFo0UHFSTFh0clMxRFBMYXlBeVFtZ3c6MA

PRESNAS V
Presnas V berfungsi dalam bidang riset dan kaderisasi. Membutuhkan 3 depnas dengan ketentuan yang sama yaitu :
1. Aktif di kegiatan kaderisasi FOSSEI
2. Telah mengikuti jenjang kaderisasi tingkat SET
3. Tidak beramanah strategis ( sbg kodiv,kadep,atau Ketua ) di tingkat KSEI,KOMSAT, maupun regional
4. Siap berkorban secara materil
5. Mampu mengelola web forum dan website

A. Depnas Riset
Ketentuan Khusus : menulis essay dengan tema “Global Changes and our (FoSSEI) position” di kirim bersamaan dengan surat rekomendasi dan foto terbaru.
B. Depnas Kaderisasi
Ketentuan Khusus : membuat Essai dengan tema “ Membentuk Ekonom Robbani” dan membuat analisis SWOT kaderisasi FOSSEI.
C. Depnas Srikandi
Ketentuan Khusus : membuat Essai tentang srikandi FOSSEI.


Bagi yang berminat, silahkan mendaftar klik https://docs.google.com/spreadsheet/viewform?formkey=dGhRSFZfQVM4ZHJ2N0JxTEtvVmR6eHc6MA#gid=0